Minggu, 22 Mei 2011

Kualitas Air Minum Ayam Kita ????

Berdasarkan temuan rekan kerja saya , yang bersangkutan adalah bagian Technical and Marketing, yang sering dipanggil pak Ayat. Hasil survey yang dilakukan berkenaan dengan kualitas air minum yang ada dari berbagai daerah di Indonesia, utamanya di Jawa dan Sumatra.

Sungguh menarik bila kita simak hasil yang diperoleh, dimana kualitas air minum yang diberikan untuk ayam ayam tersebut secara umum memiliki kandungan Fe, Mn, dan Cu diatas normal.
Hal ini sudah barang tentu akan sangat tidak baik jika digunakan pada saat aplikasi vaksin untuk vaksinasi dengan mengunakan air minum. Sebagaimana kita ketahui bahwa kandungan logam berat seperti Fe,Mn dan Cu yang diatas batas normal dapat mempengaruhi efektifitas vaksin terlarut.

Berikut adalah hasil kualitas air yang didapat dari hasil survey diberbagai daerah: (sumber data; Ayatullah M.N)

Lokasi Kandungan ion logam (mg/L) In situ Test
Fe Cu Mn Ca Mg pH Chlorin
Jatim 0.21 0.2 2.66 0.17 0.1 6.98 0
Jateng 0.15 1.84 <0,25 0.8 1.56    
Jateng <0,01 3.49 <0,25 0.8 0.15    
Jateng <0,01 <0,2 <0,25 8.8 3.3    
Jateng 0.43 <0,2 0.25 3.2 1.51    
Banten <0,01 <0,2 <0,25 0.6 0.44    
Banten 0.06 0.24 <0,25 1.4 0.24    
Banten 0.06 1.89 0.12 1.6 0.44    
Sumut 2.4 2.35 1.18 0.3 0.97 <6,8 <0,6
Sumut 3.78 2.65 0.75 1 0.97 <6,8 <0,6
Sumut 0.6 0.21 <0,25 0.6 1.36 <6,8 <0,6
Sumut <0,01 <0,2 0.76 1 1.46 6.8 <0,6
Sumut 3.87 37.15 0.16 7 1.75 6.8 <0,6   
 Parameter
Normal*
Effect
Besi (Fe)*
<0.2 mg/L
Interferensi dengan 
treatment (antibiotik vitamin & vaksin)
deposit di pipa,  
substrat untuk biofilm dan mantain peralatan
Mangan (Mn)*
<0.05 mg/L
Tembaga (Cu)
0.6 mg/L
Calcium (Ca)
500 mg/L
Magnesium (Mg)
125 mg/L

Kalau kita perhatikan tabel diatas, menunjukkan bahwa hampir sebagian daerah yang di survey memiliki kualitas air yang tidak memenuhi standar (kandungan logam berat Fe dan Mn relatih diatas normal, sedangkan untuk Cu hampir semua wilayah menunjukan angka diatas normal.

Tembaga sebagai CuOH, Cu3+, Cu2+ dapat berinteraksi dengan  asam nukleat dari virus (DNA/RNA) dan dapat merusak sel membran=> antiviral activities.

Jordan dan Nassar, 1971 menunjukkan bahwa ember yang bergalavaniz dari besi lebih cepat merusak titer vaksin dari virus infectious bronchitis.=>
Fe3+ & Fe2+ toksik terhadap virus vaksin

1.Hasil survey menunjukkan bahwa kandungan Fe, Cu dan Mn sangat bervariasi dan melebihi ambang batas
2.Untuk kesadahan (Mg & Ca), pH dan Chlorin masih pada di bawah normal
3.Kandungan ion logam Fe, Cu dan Mn yang lebih tinggi dari normal bisa menjadi faktor penyebab kegagalan vaksinasi melalui air minum


Dengan kondisi yang demikian hendaklah sangat penting bagi peternak untuk mengetahui kualitas air yang akan digunakan untuk proses vaksinasi dengan air minum, agar terhindar dari kegagalan vaksinasi dilapangan.

Apabila hendak melakukan vaksinasi dengan air minum, maka diupayakan mengunakan air baku yang memenuhi standar kualitas yang dibutuhkan.

Salah satu keberhasilan vaksinasi setidaknya harus didukung oleh empat faktor : Kualitas Vaksin, Program vaksinasi yang tepat, handling vaksin yang baik (Cold Chain) dan Aplikasi yang baik.
Bila aplikasi menggunakan air minum, tentunya hal yang harus diperhatikan adal kualitas air sebagai media pelarut vaksin.
Sekiranya tidak memungkinkan/terkendala dengan sumber air yang berkualitas, maka melakukan vaksinasi di Htchery dapat menjadi solusi alternatif  yang dapat dipertimbangkan (sangat direkomendasikan)