Rabu, 11 Mei 2011

Seputar Broiler Kita (Basic Management)

Setelah urusan vaksin memvaksin sudah selesai (telah divaksin di Hatchery) bukan berarti semua urusan menjadi beres.Masih ingat bukan, bahwa Vaksin tidak bisa menggantikan management . Artinya keberhasilan suatu budidaya broiler sangat bergantung bagaimana kita memperalukan DOC kita setelah sampai dikandang.

Titik kritis adalah masa brooding(Brooding period), sekali lagi hal ini memang sangat basic, tetapi dilapangan justru kesalahan pada tahapan yang sangat menentukan ini sering kita jumpai.

Setting Temperature:  Sering dipahami hanya sebagai upaya menyediakan pemanas sebagai pengganti indukan (kita masih sangat terbiasa setting temperatur sesuai standar yang tercantum pada tabel manual book, temperature di set pada angka 32-34 derajat celcius .

Kita semua memahami bahwa ditempat kita ini kondisi iklim mikro di hampir seluruh wilayah yang ada, memiliki variasi yang sangat tinggi baik temperatur maupun kelembaban di masing masing lokasi. Padahal kondisi inilah yang sebenarnya harus menjadi perhatian kita.

Seharusnya setting temperature disusuaikan dengan temperatur efektif  (yaitu temperatur yang benar benar dirasakan oleh ayam). Pada kelembaban diatas 70% misalnya , kalau kita setting pemanas/brooder pada suhu 32 derajat celcius misalnya, bisa jadi temperatur yang dirasakan ayam sekitar 37-38 derjat celcius. Pada kondisi yang demikian tentunya ayam berada pada kondisi tidak nyaman lagi (over heat) alias berada pada cekaman stress. Apabila kondisi ini berlangsung lama terutama menjelang siang hari kondisinya akan semakin serius, dan pada akhirnya akan berpengaruh pada perilaku ayam yang berupaya keluar dari kondisi tidak nyaman tersebut (bergerombol di pinggir kandang, mencari udara yang lebih nyaman) sehingga menghilangkan kesempatan makan dan minum.

Management litter dan pelebaran; selalu menjadi hal yang paling sulit untuk 100% bisa diikuti ketentuannya oleh peternak dilapangan. Kondisi litter yang basah dan terlambatnya pelebaran brooding area selalu saja menjadi topik diskusi yang tidak pernah selesai setiap kita melakukan kunjungan ke kandang; banyak sekali alasan yang dijadikan pembenaran atas kondisi yang terjadi, dari harga sekam yang mahal, sulit didapat dan masih banyak lagi alasan lain yang disamapaikan.

Feeding management, juga merupakan kunci utama dalam pencapain target BW pada minggu pertama. feeding frekuensi memang penting, tetapi feeding effektif jauh lebih penting. Artinya selain kita memberikan pakan sesering mungkin dalam jumlah terukur guna mempertahankan kesegaran pakan itu sendiri.

Feeding efektif; pemberian pakan diupayakan sedini mungkin di pagi hari,selepas subuh adalah waktu terbaik (secara teknis dapat dilakukan), dan bukan jam 7 pagi atau bahkan lebih, hal ini ditujukan agar feeding efektif (lebih dari 70% ayam mau makan) yang diperoleh lebih lama dibanding kalau di berikan setelah pukul 7 pagi, karena secara efektif ayam akan sangat berselera makan hanya sampai jam 9.30 selepas waktu tersebut secara teori hanya tinggal 30% saja yang mau makan.

Feeding efektif akan diawali kembali pada sore hari sekitar pukul 3.30 sampai menjelang malam. 

Semakin panjang kita mendapatkan waktu feeding efektif, maka sudah barang tentu semakin tinggi pula feed intake yang didapat.

Kempuan kita untuk bisa terhindar dari kondisi yang tidak ideal pada Tiga faktor diatas adalah salah satu kunci agar BW standar pada minggu pertama bisa tercapai atau bahkan diatas standar.












Selasa, 10 Mei 2011

Hatchery Vaccinations Equipment ( Injector and Cabinet Sprayer)


Selain vaksin yang memang sudah dirancang untuk aplikasi dihatchery, dibutuhkan juga peralatan yang baik dan berkualitas. Pada prinsipnya dibutuhkan dua jenis equipment yang berbeda, yaitu untuk aplikasi suntik/injeksi  dan satu lagi untuk aplikasi vaksin melalui spray.

Kualitas alat yang baik sangat menentukan juga kualitas hasil vaksinasi, selain juga operator yang memiliki skill memadahi untuk mengoperasikan kedua alat tersebut (harus melalui program training dan pelatihan khusus) sebelum dapat bekerja dengan alat yang dimaksud.

Seluruh proses yang berkaitan dengan vaksinasi  di Hatchery harus dilakukan dengan pengawasan yang baik (persiapan vaksin, setting peralatan dan monitoring selama proses vaksinasi berlangsung).

Recording sangat penting dilakukan di seluruh tahapan (Jenis Vaksin yang dipakai, proses pencampuran, lama pelaksanaan, kecepatan vaksinasi, jumlah ayam culling serta peformance setiap operator harus terecord secara baik). Audit secara rutin harus dijalankan agar kualitas vaksinasi selalu terjaga dengan baik.

Mengapa Hatchery Vaccine


Selama ini kita telah melakukan vaksinasi secara konvensional bertahun tahun dilapanagan, sepertinya tidak ada masalah. Tetapi kenyataannya kita masih menemui banyak kendala sehubungan dengan vaksinasi yang dilakukan di farm, dari yang paling sederhana saja misalnya kualitas air yang tidak memenuhi standar kualitas (tierlalu asam atau basa, kandungan metal yang tinggi, hygienitas?) , belum lagi masalah aplikasi sehubungan dengan teknis vaksinasi yang benar, kualitas sumber daya manusianya. Tentu masih banyak hal yang berpengaruh selain hal yang saya sebut diatas.  

Dari semua hal tersebut yang paling susah kita hindari adalah faktor stress yang ditimbulkan akibat pelaksanaan vaksinasi dilapangan, Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa pada budidaya ayam Broiler faktor stress yang timbul secara langsung ataupun  tidak langsung karena akibat perlakuan tertentu sangat mengganggu pertumbuhan ayam dan pada akhirnya kita tidak akan mendapatkan performa maksimal sebagaimana diharapkan. 

Siklus hidup yang pendek pada broiler yang relatif pendek ini mengharuskan kita menmenuhi target bobot badan yang tidak boleh meleset untuk setiap minggunya, kegagalan pencapaian bobot badan standar pada minggu pertama akan sangat berpengaruh pada pertumbuhan minggu selanjutnya.


Salah satu penyebab tidak tercapainya bobot badan standar pada minggu awal dikarenakan salah satunya terganggunya kondisi optimal akibat perlakuan vaksinasi di kandang;dimu perana feed intake tidak maksimal dan temperatur yang fluktuatif selama dilakukan pelaksanaa vaksinasi (tetes maupun injeksi).


Dengan melakukan vaksinasi di Hatchery, kita dapat mengurangi potensi stress akibat perlakuan vaksinasi didalam kandang.Sehingga pertumbuhan di minggu awal dapat mencapai bobot standar sebagaimana diharapkan.


Pada saat ini dimana kondisi tantangan penyakit dilingkungan kandang cenderung meningkat(high Challenge), dengan melakukan vaksinasi di hatchery kita sudah dapat mengatasi tantangan dini dari serangan virus dilapangan, hal ini diumngkinkan karena begitu DOC sampai dilokasi kandang, ayam telah memiliki kemampuan untuk menghadapi tantangan dini karena telah di vaksin (khusunya penyakit pernafasan ND dan IB).


Secara non teknis, pelaksanaan vaksinasi dihatchery sangat membantu peternak/operator kandang untuk lebih fokus terhadap peningkatan kualitas management pemeliharaan.